Bali Safari and Marine Park

Sesuai janji saya sebelumnya, kali ini saya mau bercerita tentang Bali Safari and Marine Park (BSMP). Sejak awal merencanakan untuk berlibur ke Bali, saya dan suami memang sudah berniat memasukkan tujuan yang satu ini ke itinerary kami. Selain karena ingin memperkenalkan suasana taman safari ke anak saya, Daffa ; suami juga sudah mupeng duluan sewaktu tahu kalau menginap di hotelnya, Mara River Safari Lodge maka bisa dapat kesempatan buat sarapan sambil lihat singa dari dekat. Maklum, suami saya memang pecinta kucing hehehe… Sebelum mudik ke Indonesia segala urusan booking hotel sudah saya bereskan, jadi begitu kami sampai di Bali kami tidak perlu lagi repot dengan urusan perhotelan.

Kami check-in di Mara River sore hari, memang sengaja karena siangnya kami makan dulu di Bale Udang Mang Engking. Duhhh kalau ingat udang bakar madunya, rasa-rasanya pengen deh pinjem pintu ke mana saja-nya si Doraemon biar bisa ke sana lagi hihihi…. Anyway, untuk sampai di Mara River kami harus masuk dari pintu masuk Taman Safari. Di sana kami harus menunggu sekitar 15 menit sampai ada staff hotel yang menjemput kami karena memang posisi hotelnya berada di dalam taman sehingga kendaraan selain kendaraan operasional hotel dan taman safari tidak bisa masuk ke sana. Setelah melalui proses check-in kamipun mendapatkan kunci kamar. Oh iya, untuk ratenya per malam waktu itu adalah €172 atau USD 235. Harga itu adalah harga peak season untuk bulan Desember dan di dalamnya sudah termasuk sarapan untuk 2 dewasa dan 1 anak-anak, biaya masuk ke BSMP, tiket pertunjukan Bali Agung Show serta voucher diskon 15% untuk berbelanja di souvenir shop. Memang sih kalau dirupiahin harga segitu berasa mahal untuk menginap hanya semalam, tapi kalau dihitung-hitung lagi ya memang worth it mengingat harga masuk taman safarinya sendiri yang cukup mahal tergantung tipe paketnya. Untuk info harga tiket serta jam buka BSMP bisa dicek di sini  dan untuk booking Mara River Safari Lodge bisa dilihat di sini

IMG_3865

Lobby Mara River Safari Lodge

Lobby Mara River Safari Lodge

Kami mendapatkan kamar tipe Swala Deluxe Room yang berada di lantai dasar. Begitu masuk ke kamar kamipun langsung terkesan. Kamar kami menghadap langsung ke area merumput untuk hewan-hewan seperti badak, zebra dan wildebeest. Terdapat beranda kecil di luar lengkap dengan meja dan kursi untuk bersantai sambil melihat hewan-hewan tersebut merumput. Kami juga bisa memberi makan ke hewan-hewan tersebut dengan wortel yang telah disediakan oleh pihak hotel. Begitu selesai melihat-lihat kamar, kamipun langsung menuju ke kolam renang karena Daffa sudah nggak sabar pengen berenang. Kolam renang terletak di ujung, lumayan jauh dari kamar kami. Tapi kami enjoy saja berjalan santai ke sana, apalagi suasana hijau segar membuat udara juga tidak terlalu panas. Baru sebentar berjalan, lewatlah seorang petugas hotel mengendarai semacam kereta mini dan menawarkan diri untuk mengantar kami sampai ke kolam renang. Nggak menyia-nyiakan kesempatan kamipun langsung naik 😀

IMG_3847

IMG_3849IMG_3853 Swala Deluxe Room with additional bed

Kolam renang di Mara River tidak terlalu besar dan terdapat bagian kecil khusus untuk anak-anak. Waktu kami ke sana sebenarnya tidak terlalu banyak orang, tapi mungkin karena ukurannya yang relatif kecil jadi terkesan cukup penuh. Dari kolam renang ini, kami bisa melihat langsung beberapa hewan yang sedang merumput. Di jam-jam tertentu juga lewat bus-bus safari journey serta gajah-gajah yang mengangkut penumpang. Seru juga sih kami bisa menonton mereka dan sebaliknya kami juga jadi tontonan mereka yang lewat hehehe… Kami tidak lama bermain di kolam renang karena hari sudah lumayan sore. Saatnya kembali ke kamar.

Pemandangan dari kolam renang

Pemandangan dari kolam renang

 

IMG_3884

Pemandangan dari beranda kamar

Pemandangan dari beranda kamar

Keesokan harinya kami bangun pagi-pagi sekali dan bersiap-siap untuk sarapan. Dari hasil browsing internet sebelumnya, banyak yang menyarankan untuk datang ke restaurant sepagi mungkin supaya bisa mendapatkan tempat duduk yang strategis untuk melihat singa. Dan tidak sia-sia, kami adalah tamu pertama pagi itu sehingga kami bisa duduk tepat di sebelah kolam kecil tempat para singa minum begitu mereka keluar dari area kandangnya. Begitu para singa keluar, kami bisa melihatnya langsung karena hanya terpisah dinding kaca yang tebal. Bahkan auman para singa itu juga bisa terdengar jelas dari dalam restaurant. Puas rasanya bisa mendapatkan pengalaman istimewa pagi itu, sarapan bersama para singa.

Tsavo Lion Resto

Tsavo Lion Resto

IMG_3895 IMG_3898

Akhirnya singanya keluar juga :D

Akhirnya singanya keluar juga 😀

Kolam ikan di sudut halaman hotel

Kolam ikan di sudut halaman hotel

Begitu selesai sarapan kami kembali ke kamar untuk bersiap-siap mengikuti safari journey. Tapi karena masih terlalu pagi dan safari baru mulai pukul 10 pagi, maka kamipun memilih jalan-jalan berkeliling taman sebelum banyak pengunjung yang datang. Ternyata memang menguntungkan kalau menginap di Mara River, kami bisa berkeliling pagi-pagi tanpa harus berdesak-desakan dengan pengunjung lain. Suasana masih teduh dan segar dan kamipun bebas berfoto-foto tanpa harus mengantri. Mendekati pukul 10 kamipun menuju ke terminal Toraja untuk memulai safari journey.

IMG_3924

Bersiap-siap ikut safari journey

Bersiap-siap ikut safari journey

Setelah menunggu beberapa menit, bus safari pun datang. Bus ini memiliki bangku panjang di dalamnya dengan jendela kaca besar di masing-masing sisinya. Begitu bus penuh maka safari journey pun dimulai. Bus berjalan pelan supaya para penumpang bisa melihat hewan-hewan yang ada di sisi kiri maupun kanan. Sesekali bus juga berhenti supaya penumpang juga bisa melihat dengan lebih jelas dan mengambil gambar. Di setiap bus juga terdapat satu pemandu yang menjelaskan tentang hewan-hewan yang ada di sana, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Memang cukup banyak juga wisatawan asing yang mengunjungi BSMP ini. Koleksi hewan yang dimiliki BSMP ini memang cukup mengesankan, dan yang pasti menjadi pengalaman yang seru juga untuk anak-anak seperti Daffa.

IMG_3958

Suasana di dalam bus

IMG_3966 IMG_3967 IMG_3969 IMG_3979 Selesai mengikuti safari journey, kami menyempatkan diri untuk berkeliling lagi. Tujuan kami adalah zona fun park, karena Daffa sudah merengek minta main ke sana. Sayangnya, belum banyak atraksi yang ada di sana. Entah karena baru atau memang karena sengaja tidak dibangun banyak atraksi di sana. Saya dan Daffa kemudian mencoba semacam roller coaster air. Sebenarnya sih tidak menakutkan sama sekali, tapi cipratan airnya lumayan bikin basah kuyup. Untungnya panas cukup terik sehingga setelah berjalan beberapa saat baju kamipun kembali kering. Capek dan lapar kamipun menuju ke Uma Restaurant untuk makan siang. Jadi di BSMP ini ada 2 restaurant yaitu Tsavo Lion yang terletak di area Mara River tempat kami sarapan pagi harinya dan Uma Restaurant yang terletak di tengah-tengah dekat dengan Fun Zone dan area toko souvenir. Uma Restaurant sistemnya adalah seperti food court di mana terdapat bermacam-macam counter makanan dan satu counter minuman. Kami mendapatkan selembar kertas yang nantinya harus diisi oleh pelayan counter tempat kami memesan makanan maupun minuman dan nantinya kami tunjukkan ke kasir untuk dibayar. Setelah kenyang dan melepas lelah, kamipun siap untuk meneruskan jadwal hari itu, yaitu menonton Bali Agung Show di Bali Theatre.

IMG_3997

Yahhh basah deh!

IMG_3923

Patung Ganesha raksasa di depan Bali Theatre

Bali Agung Show adalah sebuah pertunjukan teatrikal yang melibatkan kurang lebih 180 penari yang memadukan tari tradisional dan koreografi kontemporer. Pertunjukan ini juga menampilkan berbagai hewan koleksi BSMP serta setting panggung yang sangat menarik. Pertunjukan ini memang sangat mengesankan dan sayang kalau dilewatkan. Suami bahkan tidak bisa berhenti mengungkapkan kekagumannya pada pertunjukan spektakular tersebut. Beruntung sekali kami waktu itu karena tiket masuk Bali Agung Show ini sudah termasuk dalam rate harga kamar yang kami bayar di Mara River. Untuk melihat jadwal pertunjukan dan tiketnya bisa dilihat di sini

Akhirnya petualangan kami di BSMP harus diakhiri, kami kembali ke hotel untuk berkemas dan kemudian pindah ke area tanjung benoa dimana kami akan menghabiskan 2 hari terakhir liburan di Bali sebelum kembali ke Solo dengan membawa banyak cerita seru tentang pengalaman ala safari di BSMP  ^_^

Advertisements

Belajar Bermain Ski

Sebenarnya rencana untuk bermain ski ini sudah muncul sejak winter setahun yang lalu. Waktu itu suami bilang ingin bermain ski karena sudah lama nggak melakukannya. Maklum, sewaktu masih tinggal di Denmark dia biasa setiap tahun pergi ke Norwegia atau Austria buat bermain ski bareng teman-temannya dan sejak pindah ke Perancis baru sekali saja karena katanya nggak asyik kalo pergi sendirian 😀

Tergoda dengan tantangan belajar bermain ski, saya pun jadi kepingin ikutan. Perlengkapan pun sudah dibeli waktu itu, seperti celana, jaket, sarung tangan dan kacamata khusus untuk ski. Kebetulan juga waktu itu sedang diskon musim dingin jadi harganya lumayan karena kalau beli pas harga normal pasti saya tidak tega (sayang euro-nya, mending buat ditabung untuk ongkos mudik hehehe…). Sayangnya, niat untuk pergi ke lokasi ski waktu itu harus berulang kali ditunda karena saya sempat sakit. Mungkin karena waktu itu adalah musim dingin pertama buat saya, tubuh saya belum bisa beradaptasi dengan baik. Saya sering kena flu dan terus-terusan merasa kedinginan. Bahkan saya sempat muntah-muntah parah saking sakitnya. Akhirnya musim dingin berlalu dan sampai saya akhirnya baikan kami belum sempat pergi bermain ski.

Sempat agak kecewa sih, karena sebenarnya saya suka banget salju. Meskipun dingin tapi kalau kita memakai pakaian hangat yang tepat pasti nggak masalah. Apalagi kalau sambil main-main salju, perang bola salju atau lari-lari di salju pasti deh jadi hangat dengan sendirinya 😀 Saya pun harus bersabar sampai musim dingin berikutnya, soalnya kalau nggak ada salju mana bisa bermain ski hehehe…

Kesempatan yang sudah saya tunggu pun akhirnya datang 2 minggu yang lalu. Meskipun sudah mulai memasuki musim semi dan sudah tidak pernah turun salju lagi,  tapi di beberapa tempat yang cukup tinggi masih ada salju dengan ketebalan yang memadai untuk bermain ski. Kali ini kami tidak bikin rencana seperti sebelumnya,karena takut kecewa lagi kalau sampai nggak jadi 😀 Hanya mengecek cuaca pada malam sebelumnya dan keesokan paginya kami pun berangkat.

Image

Getting closer to the snow! 😀

Image

Beautiful view

Lokasi yang kami tuju bernama Massif de Sancy, yang berjarak sekitar 120 km dari rumah. Resort ski ini berada di pegunungan Massif Central yang merupakan pegunungan tertinggi di Perancis. Massif de Sancy sendiri berada pada ketinggian 1886 m, dengan pemandangan yang luar biasa cantik. Kami berangkat dari rumah mengendarai mobil sekitar pukul 10 pagi dan sampai di sana tepat jam 12 siang. Setelah makan siang di restoran di sekitar area ski kami pun siap untuk memulai petualangan hari itu.

Image

Padat pengunjung karena masih masa liburan sekolah

Image

Pemandangan dari dalam restaurant

Image

Ada yang nampang hihihi

Pertama-tama, kami harus membeli tiket masuk area ski. Di resort ini kami bisa membeli tiket per 4 jam, per hari ataupun tiket kolektif untuk seminggu dst. Kami memilih untuk membeli tiket untuk 4 jam yang harganya 24,5 € per orang. Setelah itu kami menyewa perlengkapan ski. Meskipun sudah bawa jaket, celana, sarung tangan dan kacamata ski; kami tidak punya sepatu dan ski-nya. Ada beberapa tempat persewaan perlengkapan ski di sana, dan untuk 1 set sepatu dengan ski-nya kami harus membayar 16 € per orang. Well, tentunya lebih baik bagi pemula seperti saya dibanding jika saya harus membeli sendiri karena harganya juga tidak murah. Ok, tiket sudah siap,perlengkapan pun sudah beres. Kami siap meluncur 😀

Image

Pose dulu sebelum jatuh lagi 😀

Image

Istirahat dulu deh …

Ternyata, bermain ski itu amat sangat tidak gampang. Awalnya saya kepedean yakin bakalan bisa setelah sekali dua kali mencoba meluncur. Tapi kenyataannya meskipun saya sudah berkali-kali mencoba untuk meluncur, saya selalu saja berakhir dengan telentang di atas salju setelah terjatuh dengan amat sangat memalukan. Memang sih, suami sudah memperingatkan dari awal kalau saya harus siap untuk sakit, kesel dan malu 😀 Apalagi saya lihat waktu itu banyak sekali anak-anak kecil yang dengan fasihnya meluncur, berbelok, mengerem seakan-akan semua sama sekali bukan hal susah bagi mereka. Setelah berulang kali mencoba, saya pun berhasil untuk meluncur sekali lagi dengan jarak amat sangat pendek dan mengerem untuk berhenti tanpa terjatuh. Jujur, terjatuh berkali-kali memang sangat memalukan, tapi suami berulang kali menyemangati karena toh ini bukan aktivitas yang gampang dilakukan dalam sekali coba. Suami saya benar-benar sabar mengajari saya, tapi saya rasa mungkin memang butuh instruktur professional supaya saya bisa dengan benar mendapatkan pengetahuan dasar untuk bermain ski. Setelah sekitar 1,5 jam jatuh bangun dengan amat memalukan, saya pun minta break. Saya pilih duduk istirahat sambil menikmati pemandangan sementara suami saya suruh bermain ski sendiri. Saya kasihan karena dia belum sempat benar-benar bermain ski karena harus mengajari saya.

Hampir 4 jam berada di area ski kami rasa cukup untuk petualangan kami hari itu. Kami pun bersiap pulang karena masih harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam. Akhirnya kesampaian juga keinginan saya untuk mencoba bermain ski. Senang karena sudah kesampaian, tapi jujur saya belum tahu apakah tahun depan masih mau mencobanya lagi mengingat tingkat kesusahannya. Apalagi setelah keesokan harinya sekujur badan saya terasa sakit semua, dan seakan-akan kaki saya terbuat dari batu: sakit dan kaku! Well, kita lihat saja ya tahun depan 😀

Image

On the way home …

Taman Nusa Bali

Seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya, kali ini saya mau berbagi cerita tentang liburan kami ke Bali tahun lalu. Karena dari awal tujuan utama liburan kami adalah untuk mengisi liburan sekolah anak saya Daffa, maka tempat-tempat yang kami kunjungi pun juga disesuaikan. Dan sebelum kami berangkat ke Bali saya sudah browsing-browsing di internet tentang tempat-tempat yang menarik buat anak-anak usia sekolah.

Yang pertama adalah Taman Nusa yang berada di Gianyar, Bali. Konsep utama dari taman seluas 15 hektar ini adalah untuk mengenalkan beragam budaya tradisional Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dengan cara yang menarik dan edukatif. Sekilas memang konsepnya hampir sama dengan Taman Mini Indonesia Indah, dimana pengunjung bisa mengenal beragam budaya dari berbagai rumah adat yang ditampilkan. Nah, di Taman Nusa ini kesan ekslusif lebih terasa. Bisa jadi karena taman ini masih cukup baru karena baru mulai dibuka untuk umum pada bulan Juli 2013.

Sewaktu kami kesana, suasana Natal masih sangat terasa. Dekorasi pohon natal, para staff yang memakai topi santa serta beberapa staff yang memainkan lagu-lagu bernuansa natal menggunakan alat musik kulintang. Oh iya, ada juga seorang staff yang memakai kostum santa yang menyambut kami di area kedatangan juga. Untuk tiket masuknya kami masih mendapatkan harga soft opening, yaitu untuk wisatawan domestik IDR 75.000/dewasa dan IDR 50.000/anak-anak. Untuk WNA tanpa KITAS harganya USD 25/dewasa dan USD 12,5/anak-anak. Memang sih termasuk mahal tapi bagi kami sesuai dengan pengalaman yang kami dapatkan. Apalagi bagi anak-anak yang sudah usia sekolah ini adalah salah satu wisata edukatif yang menyenangkan. Begitu membayar kami mendapatkan masing-masing sebuah gelang kertas yang harus kami pakai, di pintu masuk kami tinggal mengulurkan gelang tersebut untuk discan. Untuk info lebih lengkap bisa dilihat website resminya http://www.taman-nusa.com/

Continue reading

Bad Alexandersbad yang Ramah

Sebenarnya sih pengen cerita tentang perjalanan ke Bavaria, Jerman sehabis liburan di Denmark kemarin. Tapi karena ditunda-tunda mulu malah jadi lupa deh apa aja kejadian menarik di sana kemarin 😀 Intinya sih, kemarin itu adalah bussiness trip-nya suami yang ada 2 hari meeting di sana. Nah, karena saya ini pengacara (pengangguran banyak acara) total makanya suami maunya kemana-mana ya saya ikut. Padahal ngebayangin bengong 2 hari di hotel rasanya berat banget lho, mending juga stay di rumah ngubek-ngubek dapur nyobain resep-resep baru. Tapi karena sekalian jalan pulang dari Denmark, yo wes lah saya ikut saja.

Kami menginap di sebuah hotel yang kelihatan banget sudah sangat berumur di daerah Bad Alexandersbad. Sebelumnya kami sudah sempat menginap di hotel ini sewaktu suami pertama kali ada meeting di daerah sini. Hotelnya sih lumayan ya, soalnya temanya bukan bussiness hotel tapi leisure hotel. Suasana liburan kerasa banget deh di hotel ini. Pelayananannya cukup bagus dibanding standart pelayanan di hotel-hotel di Eropa. Bahkan staff di bagian restoran pun sangat ramah saya rasa. Makanan di hotel ini juga enak-enak, which was quite surprising for me, apalagi harganya juga termasuk terjangkau dibanding di hotel lain yang pernah kami singgahi. Fasilitas kamarnya, meskipun jadul tapi cukup fungsional dengan kamar mandi yang dilengkapi dengan bathtub yang bersih. Ada balcony kecil juga yang bisa digunakan buat tempat berjemur, sayang posisinya di pinggir jalan pas. Jadi meskipun jalan kecil tapi setiap kali ada kendaraan lewat ya cukup berisik juga.

Selama 2 hari suami meeting, saya pun anteng ngendon di kamar. Sebenarnya sih cuaca waktu itu bagus banget, sampai 26°C. Tergoda sih buat jalan-jalan keluar, tapi dasarnya saya ini pemalas kalau harus pergi-pergi sendiri jadinya ya niatnya saya urungkan dan saya pun asik belajar code de la route yang saya bawa dari Perancis. Saya juga tidak mengambil foto-foto sekitar hotel, karena alasan klasik yang sama: malas. Next time mungkin saya perlu memaksa diri saya sendiri lebih keras untuk eksplore tempat-tempat baru supaya saya bisa tulis di blog dilengkapi dengan fotonya.

Yang paling berkesan dari perjalanan kemarin itu buat saya adalah keramahan kolega suami di Jerman. Jadi ceritanya pada malam kedua kami menginap di sana, suami beserta beberapa koleganya sepakat untuk dinner bersama di restaurant hotel. Dan saya pun diundang. Awalnya agak ragu juga, soalnya saya sudah males aja kalau nanti mereka melulu bicara soal bisnis, saya kan nggak paham soal itu. Tapi suami meyakinkan kalau nggak apa-apa saya ikut, daripada saya kelaparan sendirian di kamar, toh saya juga nggak perlu ikut nimbrung obrolan kalau nggak mudeng. Akhirnya turunlah kami buat dinner. Di luar dugaan, ternyata para kolega suami ini sangat welcome dan ramah. Meskipun suami juga bisa berbahasa Jerman, tapi obrolan kami malam itu semuanya dalam bahasa Inggris. Saya pun tidak kesulitan sama sekali mengikutinya, bahkan saya sempat menjelaskan lumayan panjang lebar tentang Indonesia karena mereka tertarik untuk tahu. Nggak menyesal deh saya nurut suami buat ikutan dinner, karena selain makanannya yang enak-enak, obrolan kamipun juga sangat menarik. Bahkan begitu kami selesai dinner dan mengantar kolega suami ke depan hotel, mereka dengan ramahnya menawarkan untuk menyuruh staff kantornya menjemput saya keesokan harinya untuk kemudian diantar jalan-jalan selagi suami saya meeting setengah hari. Wah, sangat menggoda sih tawarannya tapi saya tolak dengan halus karena saya memang tidak ingin merepotkan. Apalagi begitu suami selesai meeting kami harus langsung check-out untuk pulang ke Perancis jadi saya pilih stay di hotel sambil packingbarang-barang kami. Maybe next time,kalau suami ada jadwal meeting ke Bavaria lagi, pasti saya tidak ragu untuk ikut lagi, dan nggak nolak kalau ditawarin buatdianter jalan-jalan hehehe…

Legoland Billund Resort

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, saya sempat main ke Legoland resort Billund sewaktu libur summer kemarin. Sebenarnya rencana buat ke sana sudah ada sejak pertama kali saya ikut suami mudik, tapi entah kenapa selalu saja nggak jadi. Yang kaminya kebanyakan acara lain lah, yang cuaca nggak mendukung lah, dll. Tapi sepertinya yang paling sering ya karena faktor cuaca. Maklum di daerah skandinavia, meskipun judulnya summer seringnya sih hujan melulu tiap hari. Kalaupun pas nggak hujan ya minimal mendung sama angin kencang. Mana seru sih jalan-jalan kalau cuacanya begitu.

Dan sewaktu kami ke sana akhir agustus kemarin, perkiraan cuaca yang bilangnya hari itu bakalan cerah ternyata meleset total. Sejak awal kami berangkat hujan mulai turun, dan sepanjang perjalanan hujan terus-terusan on-off. Sesekali berhenti dan tampak awan biru dengan secercah sinar matahari namun dalam hitungan detik kembali turun hujan. Kami pun hanya bisa berharap cuaca bakalan membaik begitu kami sampai di Legoland. Perjalanan dari summer house mertua ke Legoland ini ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam dan kami berangkat sekitar pukul 11 pagi.

Sesampainya di sana, ternyata cuaca tetap saja tidak berubah. Mendung dan bahkan sesekali gerimis. Untungnya sih nggak hujan deras? Meskipun kami juga bawa payung tapi kan tetap saja nggak seru banget ya kalau sampai hujan deras. Hari itu lumayan banyak pengunjung di Legoland. Sebagian besar sih orang Jerman, barangkali lokasinya yang berada di Selatan Denmark yang cukup dekat dengan perbatasanJerman. Sepertinya memang cukup banyak pengujung Jerman yang rutin datang ke sini sehingga para staff di Legoland hamper semua fasih berbahasa Jerman, selain bahasa Danish dan Inggris.

Setelah mengantri untuk membeli tiket, kamipun memulai menelusuri Legoland. Oh iya, suami sih dulu juga sudah pernah main ke sini, tapi itu duluuuu banget sewaktu dia kecil dan sudah tidak pernah lagi setelahnya. Jadi lumayan excited juga dia, karena sudah ada beberapa perubahan di tempat ini. Pertama-tama kami memasuki Miniland, di mana terdapat miniature beberapa tempat terkenal di dunia yang dibangun menggunakan jutaan balok lego. Saya cukup terkesan dengan Miniland ini, detailnya sungguh mengagumkan dan pastinya butuh ketelatenan besar untuk bisa menyelesaikan kompleks Miniland ini.

Selain Miniland yang terkenal itu, di Legoland juga terdapat beberapa wahana permainan seperti di fun park lain. Ada roller coaster, ada permainan air, dll. Kami sih tidak terlalu banyak mencoba wahananya, karena sebagian besar adalah wahana permainan air. Kebayang dong kalau harus basah-basahan di hari yang dingin begitu, wah bisa-bisa masuk angin kalau pulang nanti. Itu saja saya keliling-keliling sambil pake jaket tebel, pokoknya nggak berasa di fun park deh saking dinginnya. Ada 2 wahana juga yang sedang dalam perbaikan, padahal sebelumnya saya pengen coba keduanya. Mungkin karena sudah di penghujung summer dan pengunjung mulai berkurang sehingga mereka memulai proses maintenance. Ya sudah kamipun akhirnya hanya berjalan-jalan sambil melihat-lihat sekitar. Keluar masuk beberapa toko souvenir tapi nggak beli. Harga-harga di sini sih mungkin memang standart ya, tapi saya rasa tetap lebih mahal disbanding kalau di Disneyland Paris misalnya. Apalagi jenis souvenirnya kan rata-rata lego yang variasinya tidak sebanyak merchandise Disney.

Puas berkeliling, kami mampir ke coffe shop sebelum beranjak pulang. Mendung masih saja tebal menggelayut, dan angin juga mulai berhembus lebih kencang. Lengkap sudah deh trip hari itu, One cloudy day in Legoland hehehe… Saya sih nggak nyesel ya datang ke sana, tapi kalau disuruh milih sih mending ke Disneyland aja lebihpuas dan tentunya lebih banyak yang bisa dilihat. Maybe next time kalau bawa anak, bakalan lebih seru kali ya main ke sana lagi 🙂

Kalau tertarik buat tahu lebih banyak tentang Legoland Billund Resort, ini dia linknya: http://www.legoland.dk/en/

IMG_2922[1]

One cloudy summer day

IMG_2910[1]

Miniatur Nyhavn, Kopenhagen

 

IMG_2918[1]

Another amazing city miniatur

Pakai jaket tebel dan syal :D

Pakai jaket tebel dan syal 😀

Miniatur pesawat di Miniland