I Love Gardening!

Hola….. I’m back !

Udah lama banget ya saya nggak update blog ini. Ada kali tiga bulanan, duh lamanya… Biasa, alasannya sih klasik karena lagi nggak mood. Tapi si mood ditunggu-tunggu nggak kunjung datang juga sampai tiga bulan ini, duhhh kebangetan banget ya malasnya 😀

Tapi sebenernya selain karena nunggu mood, kemarin-kemarin itu saya emang lebih banyak di luar rumah sih. Mumpung cuaca sering bagus karena musim panas, saya pun nggak tanggung-tanggung berjemur hampir tiap hari. Berjemur pake payung juga sih tetep, takut gosongggg hahaha…

Selain memaanfaatkan waktu menikmati sinar matahari yang lagi obral hampir setiap hari, saya dan suami juga sempat liburan bentar sih mudik ke tempat mertua di Denmark akhir Juni kemarin. Selain karena ada acara keluarga kami pun juga sempat main-main ke Copenhagen karena saya dari dulu pengen benget ke sana tapi nggak sempat-sempat mulu. Lumayan sih, jadi turis 2 hari full meskipun betis berasa gempor tapi seneng karena lihat banyak hal. Udah gitu kami nginep di tempat saudara pula, jadi irit nggak perlu booking hotel tambah seneng nih jadinya 😀

Seminggu setelah kami balik dari  Denmark, giliran ibu mertua yang datang ke sini. Beliau dan pasangannya nginep cuma semalam kerena harus balik lagi ke tempat kakaknya suami buat jemput cucu perempuan (anaknya kakak suami) buat dibawa ikut liburan ke denmark. Saya salut nih sama ibu mertua dan pasangannya, meskipun sudah nggak lagi muda tapi semangatnya itu ngalah-ngalahin saya yang masih muda belia ini #tabokpakepantatpanci. Mereka berdua masih aja semangat buat pergi ke sana kemari, nengokin anak-anaknya yang di Perancis lah, liburan ke Tenerife lah, nonton konser musik lah… pokoknya aktif banget deh. Dan kami pun pasti juga seneng kalo sering-sering ditengokin, maklum beliau kalo datang kan nggak pernah tangan kosong, ada aja bawaannya (dasar modus yah hahaha)

Oh iya, selain suka ngetem di teras buat kencan sama si sinar matahari saya belakangan ini juga hobi banget berkebun. Bukan yang ribet-ribet sih berkebunnya, cuma tanam ini itu aja sekedar supaya ada sayuran segar yang siap sedia setiap saat kalo saya mau masak. Untungnya dulu sebelum pindahan ke sini saya sempat iseng banget borong  benih sayuran di toko pertanian, sampai sama yang punya toko dikiranya saya  mau buka bisnis pertanian wkwkwk… Sebenarnya waktu itu sih pengennya beli macem-macem lagi lebih banyak, tapi malu ah wong belum ada pengalaman nanam apapun kok sebelumnya. Udah gitu saya dulu kan alergi yang kotor-kotor. Pegang-pegang tanah aja ogah gimana mau berkebun? Untungnya saya smart, dengan berbagai argumen sang suami tercinta dengan suka rela turun tangan saya mandorin buat mulai nanam-nanam benih yang saya bawa dari Indo. Tahun pertama kemarin sih hasilnya oke, tapi ada beberapa hal yang sepertinya salah penanganan jadinya gagal. Tahun ini pun kami belajar dari pengalaman sebelumnya dan sepertinya sih tahun ini hasilnya lebih baik.

Kalo sebelumnya saya cuma mandorin, tahun ini saya banyak ikutan turun tangan juga. Gali-gali tanah buat dimasukin ke pot-pot penyemaian sampai cabutin rumput dan semak benalupun saya jabanin. Dan ternyata saya menikmati lho semua proses itu. Tiap bangun pagi yang pertama kali saya lakukan adalah ke belakang rumah, ngecek kebun apa yang sudah tumbuh, apa yang berbunga apa yang harus dibersihin. Ahhh, akhirnya saya memahami kenapa banyak orang memiliki hobi berkebun. Selain proses menunggu tanaman tumbuh-berbunga-berbuah yang cukup exciting ternyata mengkonsumsi hasil kebun sendiri rasanya sangat memuaskan. Beneran deh, selain terjamin kesegaran dan kualitasnya, hasil kebun sendiri rasanya juga lebih enak menurut saya. Mungkin karena proses penanamannya yang alamiah ya tanpa pemberian pestisida atau bahan penyubur lainnya. Dan di sini berkebun seakan jadi hobi wajib, karena saya lihat hampir setiap rumah selalu punya kebun sayuran sendiri. Trus kalo masuk ke musim semi yang namanya toko yang menyediakan segala macam buat berkebun pasti rame banget karena orang-orang pada mulai belanja perlengkapan berkebun serta belanja macam-macam tanaman. Dan ternyata memang seru banget belanja di toko itu apalagi kalo lihat macam-macam jenis bunga, duh jadi pingin ngengkut pulang semua hihihi…  Pokoknya, sekarang saya sudah berubah deh…nggak lagi benci pegang tanah, malah jadi hobi nguplek-nguplek tanah di kebun. I love gardening! 🙂

 

Collage

Hasil Kebunku 🙂

 

Advertisements

Ladang Bunga Matahari

                        

     Sore itu saya lagi bosen banget. Masak sudah, bersih-bersih rumah juga sudah. Seperti biasa tinggal di desa kecil seperti ini bikin saya kadang-kadang mati gaya mau ngapain kalau lagi bosen. Mau pergi-pergi ke luar, rasanya malas karena memang jauh dari mana-mana. Suami kebetulan sudah pulang kerja sore itu, dan langsung jadi sasaran uneg-uneg saya 😀  Mungkin karena dia juga sudah bosen karena hampir tiap hari saya komplen, kali ini suami langsung ngajakin buat jalan-jalan di ladang bunga matahari mumpung sudah pada mekar. Wah, kenapa nggak kepikiran sama saya sebelumnya yaaaa … Kamipun bersiap-siap, pakai sepatu kets dan berjalan keluar lewat kebun belakang. Dan inilah pemandangan yang menyambut saya sore itu.

Ladang bunga matahari di seberang rumah

     Percaya nggak sih kalau pemandangan di atas saya photo dari seberang rumah saja? Ya, saya akui memang adanya untungnya juga tinggal di desa. Selain suasana yang tenang dan udara yang segar, pemandangan sekeliling rumah juga sering mempesona saya. Seperti yang satu ini. kalau hanya nguplek di dalam rumah saja, saya sering nggak sadar apa yang saya lewatkan di luar sana. Contohnya ya hamparang bunga matahari yang yang sudah mulai bermekaran ini. Saya sih sudah tahu kalau ladang di seberang belakang rumah ditanami bunga matahari, tapi ya itu sayanya nggak ngeh kalau sudah pada mulai bermekaran dan cantik banget!
     Dulu, sewaktu masih tinggal di Indo saya selalu takjub setiap kali lihat pemandangan ladang bunga matahari yang saya lihat di tv. Saya bayangkan betapa serunya pasti berjalan-jalan berkeliling tanaman yang berbunga cantik ini. Dan seingat saya, saya belum pernah lihat langsung area ladang bunga matahari di Indo. Nah, sekarang begitu dapat kesempatan buat jalan-jalan langsung saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan. Noraknya kumat, jadi saya pun lari-lari keliling ladang dan nggak ketinggalan dong photo-photo juga 😀 
     Karena bunga-bunga sudah pada berkemakaran, banyak lebah yang berkeliaran di sekitarnya. Saya harus super hati-hati supaya tidak mengganggu mereka yang sedang sibuk mengumpulkan nektar bunga. Pohon bunga ini sendiri hampir semuanya tinggi-tinggi. Bahkan ada yang hampir 2 meter tingginya. Suami saya yang tingginya 185 cm pun jadi kelihatan imut sewaktu berdiri di sebelahnya, apalagi saya yang super pendek langsung deh tenggelam di lautan bunga matahari ini 😀
     

Masih kuncup pun bunga ini sudah kelihatan cantik!

                                   

Tambah cantik pas sudah mekar 🙂

     Meskipun bunga-bunga ini ditanam cukup rapat satu sama lain, tapi ada jejak traktor yang menyisakan ruang yang cukup buat kami berjalan berkeliling. Saya pun nggak habis-habisnya terpesona sama kecantikan bunga yang satu ini, bahkan saya sempat perhatikan pada bagian tengah bunga yang terdiri dari biji-bijinya membentuk pola abstraks yang mengesankan. Pokoknya bener-bener seru deh jalan-jalan kami sore itu. Dan yang penting bosen saya sudah hilang, sama sekali tak berbekas 🙂

Cantik!

Saya ada di tengah-tengah lho, kelihatan nggak ya? 😀

     Setelah saya puas berkeliling, kami pun beranjak pulang. Rasanya puas dan senang. Memang kadang hiburan itu tidak perlu yang mahal dan ribet. Sekedar keluar rumah dan melihat pemandangan sekeliling pun manjur juga untuk mengobati sakit bosan saya. Hanya sedih saja kalau memikirkan bahwa bunga-bunga cantik itu akan tetap berada di ladang sampai mereka coklat dan mengering sebelum dipanen untuk diambil bijinya. Well, semua memang ada waktunya dan saya beruntung sudah bisa menikmati keindahan pemandangan saat bunga matahari bermekaran. It was a pleasant afternoon indeed! 🙂

Blue sky and the sunflower = beautiful sight


Musim Dingin

     Musim dingin telah tiba! Sebenarnya kalau menurut kalender,musim dingin sudah dimulai sejak tanggal 1 Desember kemarin. Tapi dinginnya baru mulai terasa ketika memasuki awal Januari kemarin. Kalau winter diidentikkan dengan salju maka pertengahan bulan ini barulah winter yang sesungguhnya mulai. Kebetulan di tempat kami tinggal, salju sangat jarang turun. Kalaupun turun biasanya hanya sebentar. Seperti 2 hari yang lalu, salju turun dengan lebat semalaman sehingga pagi-pagi ketika bangun pemandangan putih menghampar sejauh mata memandang. Dan karena kemudian seharian tidak turun salju lagi, ditambah hujan di malam berikutnya maka salju pun menghilang dengan cepat. Tidak seperti di bagian lain Eropa yang mengalami hamparan salju tebal selama berhari-hari, di sini salju datang dan pergi dengan cepat. Mengingat ini adalah pengalaman salju saya yang pertama, saya pun  cukup bersemangat menyambutnya. Bahkan ketika turun salju awal bulan ini saya sempat bermain-main di luar rumah ketika hujan salju. Seru lho, karena ternyata bermain salju tidak sedingin yang saya kira, ketika kita melengkapi diri dengan pakaian yang tepat. Hmmm… jadi ga sabar nungguin turun salju lagi nih, hehehe….



Having fun on the snow!


Musim Gugur

     Pertengahan bulan Oktober, musim gugur sudah semakin nyata di depan mata. Kalau kemarin-kemarin belum terlalu terasa karena matahari selalu saja bersinar cerah dan meskipun hujan juga turun sesekali namun udara belum terlalu dingin. Akhir-akhir ini suhu sudah mulai sering berada antara 5 hingga 15 derajat celcius, bahkan di pagi hari suhu bisa sangat drop sampai minus. Musim gugur juga identik dengan perubahan cuaca yang sangat drastis dan tiba-tiba. Dalam satu hari saja cuaca bisa cerah dengan matahari yang terik kemudian berubah sangat mendung kemudian hujan turun rintik-rintik dan sesaat kemudian kembali lagi sangat cerah seperti tidak ada perubahan sama sekali. Dan biasanya pula kalau pagi hari berkabut tebal, maka siang harinya cuaca akan lebih hangat dan matahari bersinar cerah. Itu sudah beberapa kali saya alami. Tapi kalau ternyata agak siangannya lagi mendung dan turun hujan ya berarti memang harus selalu siap-siap jas hujan atau payung deh 😀 Intinya sih kalau bepergian jadi sering saltum, karena harus berlapis kalau pas dingin dan lepas-lepas lagi kalau sudah kembali hangat.
    Yang jelas sih musim gugur adalah musimnya penyakit, begitu kata suami. Dan hal itu saya alami sendiri beberapa hari yang lalu. Flu berat melanda dan karena kurang istirahat akhirnya saya pun tepar harus beristirahat seharian. Untungnya suami cukup telaten mengurus saya. Mulai dari menyiapkan bak mandi buat saya mandi berendam air panas sampai menyiapkan makanan, memijitin bahkan mengambil alih pekerjaan rumah yang biasanya saya lakukan. Hmmm…. jadi tambah bersyukur deh punya suami yang luar biasa begini 🙂
     Tapi ada juga hal lain yang khas musim gugur. Selain perubahan cuaca yang drastis di mana hujan juga lebih banyak turun serta, banyaknya orang yang jatuh sakit, musim gugur juga sering ditunggu-tunggu banyak orang karena pemandangannya yang spektakuler. Karena pohon-pohon mulai berguguran daunnya untuk mempersiapkan diri masuk ke musim dingin, maka muncullah gradasi warna yang cantik. Dari hijau menjadi kuning kemudian coklat. Bahkan ada beberapa pohon yang warna daunnya menjadi merah. Sayangnya, karena saya agak jarang pergi-pergi maka kalau foto-foto ya seadanya aja. ini adalah beberapa foto yang saya ambil sewaktu dalam perjalanan ke sekolah beberapa hari yang lalu.

Jalan yang berkelok-kelok menuju jalan besar.

Pepohonan dan semak mulai berubah warna.

Cuaca sering berkabut, mendung dan hujan.

    
     Dan karena saya ga punya kamera canggih, maka kamera di ponsel saja yang beraksi. Jadi mohon dimaklumi kalau hasilnya jauh dari bagus. Next time mungkin saya akan coba untuk ambil foto di sekitar rumah, karena gradasi warna di hutan dekat rumah sudah mulai kelihatan. Dengan catatan kalau tidak sering turun hujan ya, hehehe…

Spring in France

It was spring in France. You can see it everywhere. The trees are growing leaves, the grass green and tall, the flowers blooming beautiful colors. It’s a lovely view. But, what is really confusing about this weather is the temperature. One day can go like this: freezing grey in the morning, bright blue sky and sunshine in the afternoon and gloom and rainy in the evening. It all goes with temperature between 2oC – 10oC. And don’t forget the wind. It’s hard and strong and may slap you hard in the face that make you almost can’t breathe. At least that’s how it happens to me here for so many days now. Well, what can I say? I’m a tropical creature. It’s not easy for me to cope with this kind of weather.
But maybe it’s because we are living far in the place located 400 meters above the sea level, with nothing but wheat field and pine forest around. It’s peaceful for sure. And entertaining,  because sometimes you may also run into the deer longing around the open field and at the backyard of the house.  Some of my friends said that I am lucky to have this getaway as a place to live, but I say it’s just too quiet for me. Okay, it’s beautiful here but if you have to spend the whole day for the whole week and the whole months every year then it’s become too much. At least that how I feel  😀
Nevertheless, I am enjoying what I have and whatever thing I can do here. It’s temporary, until the right time comes. And it will come 🙂